Rabu, 10 Agustus 2011

Terima Kasih

Setidaknya terbukti !
Bisa saya pastikan, bahwa lebih dari 100 pengunjung yang "sukarela" mengunjungi blog saya ini kecewa. Kecewa dengan kadar yang berbeda-beda, paling parah tentunya misuh atau mencela kekosongan materi dari blog saya ini.
Di awal saya mengatakan "SETIDAKNYA TERBUKTI", maksud dari 2 kata itu sebenarnya adalah tolok ukur pandangan pribadi saya yang semula skeptis bahwa blog tidak secara langsung membantu usaha yang sedang saya rintis. Usaha untuk mengamankan dari teror perut saya dan jiwa-jiwa yang diamanatkan oleh Sang Hidup untuk saya hidupi agar tidak dihabisi oleh teror yang tadi saya sudah sebut.
Saya memiliki usaha jamu tradisional, usaha yang saya bangun bukanlah usaha mapan yang diturunkan dari orang tua saya. Memang orang tua saya penjual jamu, tapi mereka tidak mewariskan kerajaan bisnisnya kepada saya dan adik-adik saya. Saya membangun sendiri usaha jamu itu berdasarkan bekal "studi link and match" selama menjadi anak bakul jamu.
Berangkat dari kesadaran bahwa usaha jamu adalah pekerjaan "mulia", karena nyaris tidak ada celah untuk korupsi (kecuali ngentit setoran uang belanja untuk nyonya tercinta, sekedar buat udud) maka upaya-upaya untuk berbeda dari apa yang pernah dijalankan papi dan mami tersayang, saya menggunakan Blog fasilitasnya mas Gmail untuk "keluar" dari kotak tradisi puluhan tahun warisan keluarga.
Bukan bermaksud menjebak kepada kolega-kolega kenalan di FACEBOOK yang sengaja saya arahkan ke Blog ini, meskipun isinya yang sangat keren hanya sekedar "UNDER CONSTRUCTION" alias "Maaf Blog ini sedang dalam tahap pengembangan". Saya anggap itu sabagai SOFT OPENING buat mengenalkan BAIM dan produk jamu tradisionalnya. SETIDAKNYA TERBUKTI, bahwa upaya pengenalan itu sudah mampu menjaring (kasarnya mungkin menjebak) hampir 100 lebih pengunjung sesuai statistik kunjungan yang dicatat oleh fasilitas Blog ini. Memang ada resiko dan kerugian immateri karena peluang untuk megamankan sekitar 100 pengunjung itu sebagai konsumen pengguna produk jamu hilang, karena KAPOK wis rumongso diapusi. Tapi resiko itu dengan besar hati harus diterima sebagai bagian dari program SOFT OPENING untuk BAIM dan JAMU-JAMUnya.
Pembelaan saya sederhana, setiap pengunjung yang membuka Blog ini tidak serta merta dibohongi, karena pada bagian posting yang lain, saya dengan percaya diri sekaligus dengan rendah hati plus tidak lupa bangga diri menampilkan racikan olahan ketelatenan tangan saya. Tentunya 'jalur-jalur sutera' yang sering saya lalui tidak asing dengan aroma dan rasa jamu BAIM di bawah bendera PJ ILASTI (Pengrajin Jamu Ilalang Sakti), Sukorejo, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia.
Soal produk jamu yang saya tawarkan, jenis-jenisnya memang lumrah tapi yang istimewa dari produk saya adalah jamu-jamu itu saya yang buat (I don't care the others, EGP sama buatan orang lain), itulah kekuatannya sekaligus ruang serba terbuka untuk dikritik habis-habisan atas produk saya. Tentunya kritik itu bisa saya terima setelah membeli, mencoba dan merasakan jamu racikan saya, ya sebagai silih target setoran biar jangkep dan terpenuhi  setelah itu kritiklah saya. Lalu beli lagi, lalu kritik lagi begitu seterusnya. Karena perut saya dan jiwa-jiwa yang sudah diamanatkan kepada saya tidak bisa bertahan hidup dan juga jualan lagi kalo cuman kritik doang bati-nya.
Moga-moga (saya percaya Tuhan memahami apa yang saya katakan ini) kelak dengan mensinergikan ketekunan memproduksi jamu, menjualnya dengan cara-cara yang lain daripada yang lain dan mengenalkan sekaligus menawarkan produk2 lewat INTERNET (keren bleh, bangga aku jadi warga dunia). Saya bisa mewujudkan tempat tipe 36, ya 3 pabrik dan 6 ribu hektar lahan bahan baku jamu. AMIN YA ROBBAL ALAMIN.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar